05 Oktober 2017

Pemanfaatan Inovasi Teknologi dalam Sistem Pembayaran untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Bisnis

Berbagai metode pembayaran alternatif tumbuh sejalan dengan peningkatan yang signifikan dalam e-commerce pada skala global. Disampaikan oleh WorldPay Global Payments Report, Tingkat pertumbuhan di Asia Pasifik diproyeksikan mencapai dua digit sampai tahun 2020, dengan proyeksi pertumbuhan tertinggi untuk 2020 di China (USD 1.423 miliar) dan tingkat CAGR tertinggi untuk periode 2016-2020 sebesar 28% di India.

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Meminta panggilan balik

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  1. Current: Step 1 of 2 01
  2. 02 Step 02

Alasan mengontak kami

Masukkan topik
Masukkan topik

Rincian kontak

Masukkan nama Anda
Masukkan nomor telepon Anda

Kapan kami dapat menghubungi Anda?

Pilihan waktu di siang hari

Kami akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja ke depan.

Kembali

Meminta panggilan balik - minat bisnis Anda (opsional)

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  1. Completed: Step 1 of 2 01
  2. 02 Current Step 02

Skala Perusahaan (opsional)

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda (opsional)

Pasar yang Anda minati (opsional)

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

RTCAddBusinessInterests

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

Business size

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda

Pasar yang Anda minati

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

Meminta panggilan balik

  • Maaf

Kami mengalami masalah

Kami tidak dapat mengirimkan pesan Anda. Mohon coba lagi, kembali lagi nanti, atau hubungi kami di

Meminta panggilan balik

  • Terima kasih

Kami akan menghubungi Anda

Relationship Manager HSBC Indonesia akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Minat Anda

  • Nama Perusahaan:
  • Transaksi:
  • Sektor:
  • Lokasi:
  • Pasar internasional:

RTCAddBusinessInterests

Kami tidak akan menjual atau menyalahgunakan data Anda. Baca cara kami menangani detail Anda dalam kebijakan cookie.

Jakarta – Pertumbuhan kelas menengah, perkembangan pesat mobile commerce dan akses internet di Asia Pasifik, serta peningkatan dukungan logistik bagi para pelaku e-commerce dan  pertumbuhan situs e-commerce dalam jumlah besar merupakan faktor pendorong kemajuan e-commerce di Asia Pasifik (sumber: Singapore Post).

Sejalan dengan perbedaan preferensi terhadap bentuk pembayaran on-line antar negara, sistem pembayaran telah berkembang dari segi inovasi, pilihan, kompleksitas dan fragmentasi. Inovasi dalam bentuk pembayaran telah disediakan oleh HSBC melalui program PayMe (Hong Kong), PayNow (Singapura) dan SimplyPay (India).

Perkembangan infrastruktur pasar untuk sistem pembayaran instan serta digitalisasi transaksi merupakan bagian dari perkembangan tren dalam treasury management. Fokus skema pembayaran instan tidak hanya pada kecepatan, tetapi juga mencakup tingkat transparansi, keamanan dan inovasi yang lebih baik; pertumbuhan yang pesat serta evolusi berbagai fitur baru memberikan pengaruh positif bagi nasabah, terutama terkait akses ke rekening secara instan, kemampuan untuk tidak dapat dibatalkan (irrevocability) dan ketersediaan layanan.

Digitalisasi proses pembelian / penjualan ditargetkan untuk memberikan kemudahan proses bagi nasabah. Walaupun terdapat kemajuan teknologi, aplikasi komersial yang tersedia masih terbatas saat ini, terutama terkait masih kurangnya ketersediaan secara menyeluruh dan ketergantungan pada infrastruktur pembayaran yang tersedia.

Dari segi transformasi digital untuk korporasi, fungsi dan kemampuan digital HSBC memberikan pengalaman perbankan digital yang terfokus pada kepentingan nasabah, memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melaksanakan transaksi bisnis perbankan.

Seperti disampaikan oleh Haryanto Suganda – Head of Global Banking PT Bank HSBC Indonesia, ASEAN merupakan kawasan yang sangat penting bagi HSBC, terutama dari segi jumlah penduduk, GDP/PDB dan peluang yang tersedia. Oleh karenanya, penting bagi HSBC untuk menjamin bahwa nasabah memiliki informasi yang lengkap serta akses terhadap teknologi terkini, dan bahwa pemanfaatan teknologi memberi manfaat positif bagi bisnis dan nasabah melalui aktivitas bisnis sehari-hari serta peningkatan dalam efektivitas dan efisiensi bisnis. Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Herani Hermawan – Head of Global Liquidiy and Cash Management PT Bank HSBC Indonesia, yang menyatakan bahwa perkembangan inovasi dan aspek digital akan menjadi landasan bagi pertumbuhan di Indonesia.

ASEAN saat ini merupakan perekonomian terbesar ke-7 di dunia dengan GDP/PDB sebesar USD 2,5 triliun – masih memiliki potensi yang sangat besar, dengan berbagai peluang yang ditunjukkan dengan keberadaan basis regional bagi lebih dari 3.600 perusahaan multinasional, investasi asing yang mencapai USD 122 miliar atau sekitar 9% dari nilai FDI pada skala global, nilai perdagangan dengan China yang mencapai USD 400 miliar, pertumbuhan pesat kelas menengah, faktor demografis yang dinamis dengan 50% jumlah penduduk berusia di bawah 30 tahun, serta lonjakan daya beli konsumen yang ditargetkan mencapai USD 2,3 triliun pada tahun 2020.

Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC/MEA) telah menjadikan ASEAN sebagai blok perdagangan terbesar dunia dari segi jumlah penduduk, serta nilai perekonomian yang setara G7 dari segi GDP/PDB, dengan sektor pelayanan sebagai penyumbang terbesar perekonomian kawasan tersebut. Sementara investasi di sektor infrastruktur pada kawasan ASEAN diharapkan untuk mencapai USD 110 miliar per tahun sampai dengan tahun 2025, disamping itu, sebagian besar perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di ASEAN juga berupaya untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi di kawasan ini dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Revolusi digital di ASEAN mecakup keberadaan skema pembayaran instan, pertumbuhan e-commerce, gerakan untuk menggurangi penggunaan kertas, serta perkembangan skema proses penagihan secara mobile dan penggunaan e-wallet. Penggunaan sistem pembayaran instan meningkatkan inklusi keuangan untuk daerah non-perkotaan, tidak hanya dalam ruang lingkup domestik, tetapi juga mencakup kemungkinan penerapan pembayaran segera lintas-negara (cross-border payments with immediate settlement) yang dapat dilaksanakan melalui sistem SWIFT Global Payments Initiatives (SWIFT GPI).

  

Saat ini SWIFT Global Payment Innovation Initiatives berada dalam tiga tahap pengembangan yang dilakukan secara paralel:

Tahap 1 – penerapan standar baru untuk cross-border payment untuk meningkatkan pengalaman nasabah; 
Tahap 2 – transformasi digital untuk cross-border payment untuk memberikan layanan pembayaran digital, dan;
Tahap 3 – eksplorasi pemanfaatan teknologi baru.

Terkait pertumbuhan e-commerce, ASEAN saat ini merupakan pasar internet terbesar ke-4 di dunia, dengan tingkat CAGR e-commerce ditargetkan mencapai 32% dalam 10 tahun mendatang, mendorong keterlibatan perusahaan dalam bisnis online agar dapat memenuhi harapan konsumen.

Gerakan untuk mengurangi penggunaan kertas telah mendorong lebih banyak otoritas lokal untuk meningkatkan proses digitalisasi dalam hubungan dengan bank asing, memberikan proses yang lebih sederhana bagi perusahaan multinasional, dan karenanya pendekatan menyeluruh yang dilakukan HSBC terkait perundang-undangan dan pabean di ASEAN membantu meningkatkan kegiatan korporasi terkait prosedur pembayaran yang diatur menurut perundang-undangan (statutory payments).

Koneksi mobile di ASEAN mencakup 130% dari jumlah seluruh penduduk dengan konsumen muda yang lebih paham teknologi serta telah memanfaatkan pola pembayaran mobile dalam gaya hidup mereka, sedangkan skema e-wallet ini memberikan wawasan konsumen yang lebih luas dan membuka peluang peningkatan loyalitas konsumen serta pertumbuhan pengeluaran. Rohit Joshi dari Global Liquidity and Cash Management di HSBC Singapura menyimpulkan bahwa pemikiran inovatif serta pemanfaatan teknologi merupakan elemen yang berpengaruh bagi industri perbankan di ASEAN, dan HSBC telah menerapkannya dalam upaya menjaga relevansi bisnisnya dengan nasabah dan masyarakat.

Indonesia merupakan perekonomian terbesar di ASEAN serta berada pada peringkat ke -16 dunia berdasarkan nilai GDP/PDB. Dengan kebijakan makroekonomi yang baik, tingkat konsumsi domestik yang tinggi serta pertumbuhan kelas menengah, Indonesia mampu menjaga stabilitas serta diharapkan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi antara 5,0% - 5,4% pada tahun 2017. Ditunjang oleh jumlah penduduk yang sangat besar yang didominasi oleh usia muda dan produktif, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi dalam bidang keuangan dan teknologi.

Perekonomian yang berskala besar dan bertumbuh dengan pesat ini didukung oleh sistem pembayaran yang kuat. Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran senantiasa memperkuat kebijakan dan infrastruktur demi terlaksananya sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar yang juga memenuhi standar internasional dan proses penerapan terbaik. Hal ini dilakukan melalui upaya peningkatan kualitas sistem pembayaran serta upaya meningkatkan inisiatif dalam sektor industri dan masyarakat, serta proaktif dalam memprakarsai kerjasama dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah dan sektor swasta.

Upaya untuk memperkuat sistem pembayaran nasional mencakup empat pilar yang terdiri dari:

  1. Sistem pengelolaan dana yang efektif dan efisien
  2. Perluasan elektronifikasi sistem pembayaran
  3. Infrastruktur pembayaran yang aman dan terpercaya, dan;
  4. Sistem pembayaran yang solid dan akurat.

Bank Indonesia telah mengembangkan berbagai inisiatif serta dukungan yang terus-menerus terhadap inovasi dalam bidang sistem pembayaran, dan akan terus mendukung Pemerintah dalam upaya inklusi keuangan serta upaya mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi tertentu, terutama terkait transaksi antara Pemerintah dan masyarakat. Kampanye transaksi non-tunai yang sedang berlangsung juga mencakup bantuan sosial Pemerintah bagi masyarakat miskin.

Untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, reliabilitas dan kemudahan akses dalam sistem pembayaran nasional, Bank Indonesia dan sektor industri yang terkait dengan sistem pembayaran (melalui Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia – ASPI) telah mengembangkan tiga inisiatif strategi: 1) penerapan standar nasional untuk teknologi chip bagi kartu atm dan kartu debit serta penggunaan pin online enam-digit, 2) penerapan sistem national payment gateway, dan 3) penerapan sistem pembayaran elektronik sepenuhnya untuk jalan tol.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.