24 Juli 2019

Tantangan dan peluang e-commerce ASEAN

This article is produced by (E) BrandConnect

Ini adalah gambaran ikonik dari ekonomi telepon pintar baru yang mulai mengambil bagian signifikan di Asia Tenggara: pengendara sepeda motor berseragam yang memeriksa smartphone mereka untuk pesanan lain.

Asia Tenggara adalah pasar yang relatif masih muda dan terhubung secara digital. Sekitar 60% populasi kawasan ini berusia di bawah 35 tahun dan — dengan menghabiskan lebih banyak waktu online daripada kelompok konsumen mana pun di dunia — demografis ini mendorong ekonomi yang berkembang pesat di tempat ponsel menjadi jendela dari toko, mekanisme pembayaran, dan sistem pengiriman.

Banyak perusahaan memiliki peluang besar untuk tumbuh di kawasan ASEAN dengan meningkatkan saluran penjualan berbasis seluler mereka. Penjual dapat langsung terhubung dengan konsumen mereka, lebih memengaruhi kebiasaan membeli mereka, dan kemudian menjalankan rantai pasokan yang lebih efisien

 

Perusahaan-perusahaan transportasi yang bersaing, Grab Singapura dan Go-Jek Indonesia, adalah contoh dari dunia bisnis baru ini. Mereka beroperasi secara regional, tetapi menggunakan model bisnis lokal: mengubah mekanisme pengiriman tradisional ke saluran pengiriman berbasis aplikasi dan kemudian berkembang ke ke dalam sector bisnis lain, terutama pembayaran elektronik .

Pembayaran tunai masih mendominasi

Kedatangan ponsel murah selama beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi sekitar 90% dari akses internet di ASEAN terjadi pada ponsel. Tetapi meskipun menerima level keterlibatan online dengan cepat dan mengguncang dunia dari ponsel, konsumen Asia Tenggara masih lebih suka melakukan pembelian secara tunai, setelah pertama kali terlibat dalam bisnis produk secara online. Penyerapan media sosial juga terjadi lebih cepat dan lebih intens daripada belanja berbasis mobile yang sebenarnya. Bisnis perlu menghargai bahwa bagi sebagian konsumen ASEAN yang baru muncul, Facebook adalah internet. Misalnya, ada 130 juta pengguna aktif Facebook di Indonesia pada tahun 2018, berada sedikit dibawah dari setengah populasi. Perilaku sosial pertama ini membuat pemasaran online dari sebuah situs web ketinggalan zaman.

Jennifer Doherty, Head of Innovation – Global Liquidity & Cash Management HSBC Asia, mengatakan uang tunai terus menjadi mekanisme pembayaran yang disukai di ASEAN. Ini, menurutnya, mencerminkan kebiasaan lama pembayaran dengan uang tunai ketika Anda menerima pesanan Anda, dan banyaknya pilihan pembayaran elektronik, yang bisa membingungkan. Dibandingkan dengan pasar yang lebih maju, konsumen ASEAN cenderung kurang percaya diri pada "jalur terakhir" dari saluran pengiriman, suatu kawasan yang tidak menjadi prioritas bagi pemasok di kawasan itu. Tapi, Doherty mengatakan perusahaan lokal sekarang terpaksa untuk lebih memperhatikan bagian dari rantai pasokan ini agar tetap kompetitif dengan perusahaan logistik luar negeri, yang kadang-kadang dapat mengirimkan barang-barang dalam waktu kurang dari 48 jam. Beberapa penyedia pembayaran elektronik di ASEAN sekarang menawarkan sistem escrow yang menahan transfer pembayaran sampai konsumen merasa puas. Dengan ratusan dompet e-payment sekarang tersedia di seluruh kawasan, Doherty memperkirakan bahwa perlu ada konsolidasi sebelum penggunaan ini benar-benar lepas landas. "Kemudahan penggunaan dalam sistem e-wallet tidak ada di sana karena ada terlalu banyak dari mereka dan semuanya adalah loop tertutup." Dia mengatakan e-wallet perlu berkembang sehingga pengguna dapat memindahkan uang di antara penyedia yang berbeda, seperti halnya mereka dapat dapat lakukan di antara rekening bank yang berbeda.

"Mil terakhir" adalah garis batas terakhir

E-commerce, kata Doherty, akan tumbuh paling cepat di negara-negara ASEAN yang dapat mengatasi tantangan logistik jarak tempuh mile terakhir dan mengubah lebih banyak aturan bea cukai dan pajak mereka ke dalam bentuk digital untuk mempermudah navigasi.

 

Doherty percaya para retailer mencoba menavigasi melalui proliferasi saluran pembayaran, dari uang tunai ke debit bank, kartu kredit ke e-wallet, menghadapi tantangan menangani semua sistem ini dengan cara yang tidak mematikan pelanggan di kasir. Dia mengatakan bank tradisional dapat menangani ini dengan gampang secara diam-diam dan kemudian memberikan data dari retailer yang mereka butuhkan untuk mempersingkat penawaran mereka.

Para retailer hanya perlu data dan wawasan yang menyertainya dan, jika sebagai sebuah bank, Anda bisa memberikannya kepada mereka terlepas dari cara nasabah membayar, maka itu menambah manfaat bagi bisnis mereka. Mereka sekarang dapat mulai berpikir tentang seberapa efisien mereka dapat menerima dana, yang bisa berada di luar kontrol retailer.

HSBC’S ASIA HEAD OF INNOVATION – GLOBAL LIQUIDITY & CASH MANAGEMENT, JENNIFER DOHERTY

Dengan banyaknya pelanggan ASEAN menghabiskan begitu banyak waktu dengan media sosial, bisnis menghadapi tantangan untuk menanamkan saluran penjualan, pembayaran, dan pengiriman mereka di dalam platform media sosial alih-alih menggunakan saluran penjualan internet internal. Meskipun ada pergeseran nyata untuk menjual produk baru di media sosial, seperti menjual asuransi kepada konsumen yang lebih muda melalui Facebook, Doherty mengatakan bisnis tidak boleh mengabaikan konsumen yang lebih ama yang dapat diakses melalui media online tradisional.

Belanja digital tetapi beli fisik

Bisnis juga perlu dipersiapkan untuk beroperasi di dunia tempat salurannya ada dimana-mana dan terus berubah dengan belanja mobile tetapi seringkali pembelian fisik. Ada beberapa kasus di Asia Tenggara retailer yang sebelumnya hanya retailer online saja membuka toko fisik untuk memperluas pemasaran mereka dan memenuhi keinginan konsumen untuk membeli barang secara langsung.

"Secara umum kita melihat bahwa barang-barang bernilai tinggi masih mendorong permintaan toko fisik, bahkan jika membaca-baca di internet dan penelitian dilakukan online," kata Doherty.

Issued by HSBC Holding plc


Tertarik mengembangkan bisnis Anda ke ASEAN? Biarkan kami membantu.

Disclaimer

The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)

Produced by (E) BrandConnect, a commercial division of The Economist Group, which operates separately from the editorial staffs of The Economist and The Economist Intelligence Unit. Neither (E) BrandConnect nor its affiliates accept any responsibility or liability for reliance by any party on this content.

The information contained in this ASEAN website is derived from sources we believe to be reliable but which we have not independently verified. HSBC makes no representation or warranty (express or implied) of any nature nor is any responsibility of any kind accepted with respect to the completeness or accuracy of any information, projection, representation or warranty (expressed or implied) in, or omission from, this ASEAN website. No liability is accepted whatsoever for any direct, indirect or consequential loss (whether arising in contract, tort or otherwise) arising from the use of or reliance on this ASEAN website or any information contained herein by the recipient or any third party. If you seek to rely in any way whatsoever upon any content contained in this ASEAN website, you do so at your own risk.

This ASEAN website does not constitute an offer or solicitation for, or advice that you should enter into or start using, any of the arrangement, product or services mentioned in this ASEAN website. Recipients should not rely on this ASEAN website in making any decisions and they should make their own independent appraisal of and investigations into the information described in this ASEAN website. No consideration has been given to the particular business objectives, financial situation or particular needs of any recipient. Any examples given are for the purposes of illustration only.

All the information set out in this ASEAN website is provided in good faith to the best of HSBC’s knowledge and understanding of the current law, rules, regulations, directions and guidelines governing or otherwise applicable to the relevant services offered by HSBC but HSBC makes no guarantee, representation or warranty and accepts no liability as to its accuracy or completeness. Future changes in such law, rules, regulations etc. could affect the information in this ASEAN website but HSBC is under no obligation to keep this information current or to update it. Expressions of opinion are those of HSBC only and are subject to change without notice.

Copyright © PT Bank HSBC Indonesia. All rights reserved. No part of this ASEAN website may be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted, on any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or otherwise, without the prior written permission of HSBC.

Issued by PT Bank HSBC Indonesia which is registered and supervised by Financial Service Authority (OJK).

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.