06 Maret 2018

Economic Forum 2018

Mewujudkan Potensi Indonesia

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Meminta panggilan balik

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  1. Current: Step 1 of 2 01
  2. 02 Step 02

Alasan mengontak kami

Masukkan topik
Masukkan topik

Rincian kontak

Masukkan nama Anda
Masukkan nomor telepon Anda

Kapan kami dapat menghubungi Anda?

Pilihan waktu di siang hari

Kami akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja ke depan.

Kembali

Meminta panggilan balik - minat bisnis Anda (opsional)

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  1. Completed: Step 1 of 2 01
  2. 02 Current Step 02

Skala Perusahaan (opsional)

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda (opsional)

Pasar yang Anda minati (opsional)

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

RTCAddBusinessInterests

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

Business size

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda

Pasar yang Anda minati

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

Meminta panggilan balik

  • Maaf

Kami mengalami masalah

Kami tidak dapat mengirimkan pesan Anda. Mohon coba lagi, kembali lagi nanti, atau hubungi kami di

Meminta panggilan balik

  • Terima kasih

Kami akan menghubungi Anda

Relationship Manager HSBC Indonesia akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Minat Anda

  • Nama Perusahaan:
  • Transaksi:
  • Sektor:
  • Lokasi:
  • Pasar internasional:

RTCAddBusinessInterests

Kami tidak akan menjual atau menyalahgunakan data Anda. Baca cara kami menangani detail Anda dalam kebijakan cookie.

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Lunar 2569, pada tanggal 23 Februari 2018 PT Bank HSBC Indonesia mengadakan Forum Ekonomi HSBC dengan topik Pandangan terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2018, dengan tema “Mewujudkan Potensi Indonesia”. Forum Ekonomi tersebut memberikan wawasan mengenai kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2018 dan berbagai peluang perekonomian yang sedang berkembang, serta sudut pandang Pemerintah. Keynote speech disampaikan oleh Bambang Brojonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Ngakan Timur Antara, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Industri pada Kementerian Perindustrian, mewakili Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.

Forum dibuka oleh Presiden Direktur HSBC Indonesia, Sumit Dutta, sebagai tuan rumah, yang dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia saat ini merupakan negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN, dengan kontribusi sebesar 37% terhadap PDB kawasan tersebut. Hal ini merupakan alasan bagi HSBC untuk memandang Indonesia sebagai pasar yang strategis dan penting. Sebagai negara yang memiliki potensi yang besar, HSBC yakin bahwa Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan keuangan dunia.

Untuk memberikan wawasan mengenai tinjauan terhadap perindustrian di Indonesia dan strategi Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor industri terkait upaya mewujudkan potensi Indonesia, mewakili Menteri Perindustrian, Dr. Ngakan Timur Antara memberikan gambaran mengenai kondisi industri manufaktur di Indonesia, investasi asing dalam sektor industri dan posisi Indonesia. Antara menyatakan, “Terdapat pergeseran dalam pusat perekonomian dunia, di mana Asia sekarang menjadi tempat pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Indonesia sendiri memberikan kontribusi sebesar 2,5% pada PDB dunia.”

Keynote speech selanjutnya oleh Bambang Brojonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, difokuskan pada prospek ekonomi Indonesia dalam konteks yang lebih luas serta beberapa proyeksi untuk waktu yang akan datang. Mengawali pidatonya, beliau menyatakan, “Sebuah berita baik yang tidak banyak diangkat tahun lalu adalah bahwa pada tahun 2017 Indonesia dapat bergabung dengan Kelompok USD 1 Triliun Ekonomi; size perekonomian Indonesia saat ini telah mencapai USD 1 triliun.”

 

 

Walaupun telah melampaui USD 1 triliun dalam nilai PDB, Indonesia masih dianggap berada dalam bagian bawah kelompok berpendapatan menengah (middle-income). Dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan pada tingkat 5% per tahun, Indonesia diproyeksikan untuk menjadi negara berpendapatan tinggi (high-income) pada tahun 2038.

Saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-16 perekonomian dunia, menjadi 5-Besar negara berkembang dengan potensi pasar kelas menengah yang terbaik, serta menjadi 3-Besar tujuan penanaman modal investor di Asia. Dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah serta proyeksi peningkatan kelompok konsumen (135 juta orang pada tahun 2030), Indonesia dianggap merupakan salah satu negara paling potensial di dunia – diproyeksikan menjadi perekonomian terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2050 (PWC).

Teknologi digital yang tumbuh dan berkembang dengan pesat diharapkan dapat berperan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui peningkatan dalam input dan tingkat produktivitas pekerja. Namun demikan, mengingat masih rendahnya tingkat ketrampilan yang dikuasai oleh mayoritas tenaga kerja, Indonesia perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pendidikan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini diperlukan untuk mengurangi kemungkinan bertambahnya tingkat pengangguran yang disebabkan oleh pergeseran orientasi bisnis ke arah padat-teknologi. Perhatian khusus perlu diberikan terhadap peningkatan kemampuan yang terkait dengan Teknologi Informasi (IT). Diperlukan juga pengembangan ekosistem yang mendukung inovasi, terutama terkait perubahan ketrampilan yang dibutuhkan dalam bidang penelitian dan pengembangan (R&D) dan desain industri.

Pertumbuhan investasi di Indonesia tercatat sekitar 7%, sedangkan tingkat pertumbuhan investasi dua-digit dianggap perlu untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari 5%. Ekspor juga merupakan faktor kunci untuk memungkinkan tercapainya tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, oleh karena itu, merupakan hal yang penting bagi Indonesia untuk memberikan perhatian pada upaya peningkatan kapasitas ekspor – yang saat ini masih didominasi oleh sumber daya alam yang belum diolah.

Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5%, Indonesia mengutamakan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, dengan sasaran menurunkan tingkat kemiskinan, menurunkan kesenjangan serta menurunkan tingkat pengangguran. Perekonomian Indonesia sejauh ini telah tumbuh dengan beberapa indikasi perbaikan, didukung oleh tren yang menurun dalam tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Indonesia juga menunjukkan peningkatan pada peringkat Ease of Doing Business serta pada Indeks Daya Saing Global dan Indeks Infrastruktur Transportasi, yang menunjang peningkatan dalam investasi asing maupun domestik pada tahun 2017.

Menteri Bambang Brojonegoro menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai reformasi yang dianggap perlu untuk mendorong pertumbuhan yang potensial, antara lain melalui perbaikan dalam iklim investasi dan usaha, serta melalui kebijakan reformasi fiskal. Sampai saat ini, Pemerintah telah meningkatkan belanja produktif untuk pengembangan infrastruktur dan akan berfokus pada pengembangan human capital dalam dua tahun mendatang. Prioritas sektor pembangunan saat ini mencakup industri manufaktur dan pariwisata. Kebijakan Prioritas Industri Nasional mencakup pengembangan 14 kawasan dan klaster industri untuk industri berbasis sumber daya alam di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada industri padat-karya dan industri beriorientasi-ekspor. Kebijakan tersebut juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan ketrampilan, rantai nilai industri dan pemanfaatan platform digital. Selain itu, peraturan Pemerintah mengenai pelayanan satu pintu diharapkan dapat memberikan efek positif bagi pembangunan industri dan perekonomian. Perhatian bagi pengembangan sektor pariwisata terutama diberikan sejalan dengan adanya efek multiplier yang dimiliki sektor tersebut serta dengan mempertimbangkan potensi yang ada. Prioritas diberikan pada sepuluh tujuan wisata baru di beberapa wilayah Indonesia, termasuk lima Zona Ekonomi Khusus dan lima tujuan strategis.

Mewakili sektor swasta, Shinta Kamdani, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN), juga menyampaikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa untuk melengkapi kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta nasional, investasi asing langsung (foreign direct investment) merupakan hal yang penting bagi berbagai proyek pembangunan, dengan fokus khusus pada pengembangan infrastruktur. Ia juga menyampaikan pendapatnya bahwa dengan adanya jadwal kampanye terkait pilkada dan pilpres, tahun 2018, yang merupakan bagian dari Tahun Shio Anjing dipandang sebagai tahun yang dapat dipengaruhi oleh ketidakpastian dan ketidakstabilan, namun para pelaku usaha disarankan untuk tetap melakukan upaya pengembangan bisnis di samping juga melihat berbagai peluang yang ada, serta terlibat dalam upaya membantu Pemerintah.

Mengakhiri Forum ini, Joseph Incalcaterra, Chief Economist ASEAN, Global Research, HSBC memberikan wawasannya mengenai Indonesia sebagai sebuah kekuatan di ASEAN serta potensi pertumbuhan ekonominya di tahun 2018.

 

Kegiatan yang diadakan di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place ini juga merupakan forum bagi para pelanggan dan nasabah untuk terhubung dengan berbagai peluang, serta untuk memperkuat posisi HSBC sebagai bank internasional terkemuka.

Baca selengkapnya

Jalur Sutera Digital

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.