09 Agustus 2016

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di ASEAN: Harapan dan Tantangan

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi peluang sekaligus juga tantangan besar bagi Indonesia, khususnya dalam peningkatan perekonomian.

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Meminta panggilan balik

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Alasan mengontak kami

Masukkan topik
Masukkan topik

Rincian kontak

Masukkan nama Anda
Masukkan nomor telepon Anda

Kapan kami dapat menghubungi Anda?

Pilihan waktu di siang hari

Kami akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja ke depan.

Kembali

Meminta panggilan balik - minat bisnis Anda (opsional)

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Skala Perusahaan (opsional)

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda (opsional)

Pasar yang Anda minati (opsional)

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

RTCAddBusinessInterests

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

Business size

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda

Pasar yang Anda minati

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

Meminta panggilan balik

  • Maaf

Kami mengalami masalah

Kami tidak dapat mengirimkan pesan Anda. Mohon coba lagi, kembali lagi nanti, atau hubungi kami di

Meminta panggilan balik

  • Terima kasih

Kami akan menghubungi Anda

Relationship Manager HSBC Indonesia akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Minat Anda

  • Nama Perusahaan:
  • Transaksi:
  • Sektor:
  • Lokasi:
  • Pasar internasional:

RTCAddBusinessInterests

Kami tidak akan menjual atau menyalahgunakan data Anda. Baca cara kami menangani detail Anda dalam kebijakan cookie.

Sejak tanggal 31 Desember 2015, kawasan ASEAN dipersatukan oleh sebuah komunitas yang bercita-cita menciptakan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara guna menarik investasi asing. Masuknya modal asing ke kawasan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong integrasi ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di kawasan ini. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pengakuan kualifikasi profesional khususnya dalam bidang pekerjaan tertentu seperti dokter, perawat, dsb. Ciri-ciri utama dari MEA adalah adanya pasar dan basis produksi tunggal dan pembangunan ekonomi yang merata di seluruh kawasan. Konsep ini diterapkan berdasarkan contoh Uni Eropa yang mereformasi kebijakan ekonomi di kawasan, meski ASEAN tidak sepenuhnya menerapkan konsep Uni Eropa tersebut dan menyisakan independensi dalam beberapa hal seperti misalnya kebijakan moneter masing-masing negara anggota.

 

Bagaimanakah dampak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut pada peningkatan ekonomi Indonesia? Dengan adanya pasar bebas, Indonesia harus bersiap diri menghadapi persaingan antar negara anggota yang batas-batas pergerakannya semakin memudar. Guna menghadapi hal ini, pemerintah harus menciptakan regulasi yang kuat demi menciptakan ruang persaingan usaha yang sehat dan juga memastikan terjaganya kepentingan nasional kita. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah inilah yang akan menjadi kunci kemenangan kita di tengah persaingan yang semakin ketat.

Pada acara HSBC Economic Outlook 2016 yang bertema “ASEAN Economic Community: Indonesia to Punch Above Its Weight”, Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memaparkan situasi perekonomian kita pada saat ini beserta harapan dan tantangannya. Kondisi ekonomi Indonesia diprediksi akan membaik di tahun 2016 meski tingkat pertumbuhannya tetap moderat. Pertumbuhan ini ditandai oleh menurunnya tingkat kemiskinan sebesar 9-10%, penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5.2-5.5%, stabilnya inflasi di angka 4.7%, dan proyeksi pertumbuhan di tahun depan sebesar 5.3%. Sementara itu, realisasi investasi naik 17.8% sebesar 545 trilyun rupiah di tahun 2015, dan realisasi kuartal pertama 2016 yang naik 17.6% sebesar 146.5 trilyun rupiah.

Dukungan Pemerintah Bagi Dunia Usaha Dalam Negeri untuk Bersaing di MEA

Angka-angka pertumbuhan yang relatif menggembirakan di tengah trend perlambatan ekonomi dunia ini dipacu oleh serangkaian kebijakan infrastruktur dan paket regulasi. Di era Presiden Joko Widodo, pemerintah terus menggerakkan pembangunan infrastruktur daerah demi mengembangkan potensi ekonomi daerah yang masih sangat terbuka luas dengan pusat-pusat ekonomi yang sedang dan akan dikembangkan di berbagai pulau dan sektor ekonomi seperti industri, pariwisata, maritim, dan lain-lain.

Pemerintah juga menyadari bahwa kita telah ketinggalan beberapa langkah dari Vietnam, Filipina, dan Malaysia dalam memastikan iklim usaha yang kondusif bagi investasi asing. Hal ini menyebabkan Indonesia relatif kurang kompetitif dibandingkan negara-negara tersebut. Vietnam, misalnya, telah menggelar karpet merah bagi para investor asing seperti Samsung dan menyesuaikan regulasi demi memastikan Samsung dapat terus meningkatkan investasinya di Vietnam. Hasilnya: Samsung kini mengekspor produk keluar dari Vietnam sebesar 40 milyar dollar AS. Vietnam juga mengadakan perjanjian perdagangan bebas / Free Trade Agreements (FTA) baik secara bilateral maupun secara kolektif seperti Comprehensive Economic Partnership Agreement (“CEPA”) dengan Uni Eropa. Hal ini secara tidak langsung merugikan kita oleh karena produk-produk Indonesia yang masuk ke pasar tersebut dan tidak didukung oleh CEPA akan dikenai tarif sebesar 12-17%.

Terkait perjanjian kemitraan yang komprehensif dengan Uni Eropa, pemerintah Indonesia saat ini telah menyelesaikan scoping perjanjian yang akan menjadi acuan dalam melakukan pemetaan kegiatan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa. Scoping yang telah selesai pada April lalu, diharapkan akan menjadi dasar perjanjian CEPA yang targetnya akan selesai dalam waktu 2 tahun. Sementara itu, Indonesia juga telah memulai pembahasan perjanjian perdagangan bebas secara bilateral / Free Trade Agreements (FTA),, misalnya dengan Australia, yang diharapkan akan selesai tahun depan. Semua ini demi menjamin terbukanya produk-produk Indonesia masuk ke pasar internasional tanpa hambatan dari segi tarif, dsb.

Paket Regulasi yang Ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia

Guna mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara ASEAN lain dan juga mengundang lebih banyak investasi asing masuk, serangkaian paket reformasi kebijakan telah diluncurkan sejak September 2015. Demi memastikan kemudahan berusaha, pemerintah telah memangkas prosedur dan persyaratan minimal dalam membuka usaha dari segi modal dan waktu. Jika sebelumnya terdapat 13 prosedur yang memakan waktu 47 hari, maka saat ini prosedur yang harus ditempuh hanya 7 buah yang memakan waktu 10 hari. Jenis usaha yang sebelum ada 5 buah kini diringkas menjadi 3 buah saja.  Kemudian paket-paket lainnya yang ditawarkan berfokus pada formulasi upah, penurunan ongkos produksi, pemotongan pajak, penyederhanaan prosedur dan biaya ekspor, akses perkreditan, dan perlindungan investasi.

Harapan-harapan Bagi Industri dalam Era MEA

Demi meneruskan momentum pertumbuhan ekonomi yang baik ini, para pelaku usaha diharapkan dapat merespon dengan sikap pro-aktif dalam menyambut investasi dan permintaan-permintaan dunia usaha demi memastikan investasi tersebut berjalan dengan baik di Indonesia.  ‘Revolusi Mental’ dalam bidang ekonomi sangatlah diperlukan. Kalau dahulu kita masih dapat berpangku tangan sementara orang asing datang kepada kita untuk mencari barang-barang yang mereka butuhkan dan kita tinggal menjualnya, maka kini kita harus secara pro-aktif mencari peluang baru dalam berbisnis dan menarik investasi.

Pada akhirnya, peran pemerintah dalam mengeluarkan regulasi demi menjaga kepentingan nasional tidak akan berjalan tanpa dukungan dunia usaha yang sehari-hari bergerak di tengah persaingan global. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, kita dapat mengubah tantangan MEA tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh keuntungan demi peningkatan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi lagi di masa mendatang.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.