21 Agustus 2018

Memetakan industri yang dipengaruhi atau dilibatkan dalam BRI

Empat tahun setelah diperkenalkan oleh Presiden Xi Jinping, Belt and Road Initiative (BRI), kebijakan luar negeri unggulan Tiongkok, sudah berhasil menarik perhatian di dalam maupun luar negeri.

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Meminta panggilan balik

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  1. Current: Step 1 of 2 01
  2. 02 Step 02

Alasan mengontak kami

Masukkan topik
Masukkan topik

Rincian kontak

Masukkan nama Anda
Masukkan nomor telepon Anda

Kapan kami dapat menghubungi Anda?

Pilihan waktu di siang hari

Kami akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja ke depan.

Kembali

Meminta panggilan balik - minat bisnis Anda (opsional)

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  1. Completed: Step 1 of 2 01
  2. 02 Current Step 02

Skala Perusahaan (opsional)

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda (opsional)

Pasar yang Anda minati (opsional)

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

RTCAddBusinessInterests

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

Business size

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda

Pasar yang Anda minati

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

Meminta panggilan balik

  • Maaf

Kami mengalami masalah

Kami tidak dapat mengirimkan pesan Anda. Mohon coba lagi, kembali lagi nanti, atau hubungi kami di

Meminta panggilan balik

  • Terima kasih

Kami akan menghubungi Anda

Relationship Manager HSBC Indonesia akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Minat Anda

  • Nama Perusahaan:
  • Transaksi:
  • Sektor:
  • Lokasi:
  • Pasar internasional:

RTCAddBusinessInterests

Kami tidak akan menjual atau menyalahgunakan data Anda. Baca cara kami menangani detail Anda dalam kebijakan cookie.

Dalam rangka meningkatkan konektivitas dan pembangunan ekonomi di wilayah Asia, Eropa dan Afrika, BRI akan memobilisasi berbagai pemangku kepentingan dalam jumlah besar serta menciptakan peluang bisnis yang signifikan bagi negara-negara di sepanjang jalur ini.  Rantai nilai (value chain) transportasi, energi dan  soft infrastructure berada pada peringkat teratas diantara sektor-sektor yang terpengaruh BRI.

BRI diperkenalkan pada tahun 2013 oleh Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan di Kazakhstan dan Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, kemakmuran dan konektivitas yang saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga Tiongkok, hingga jauh menjangkau Eropa dan Afrika. Untuk mencapainya, sasaran utama BRI adalah mendorong pengembangan (dan pembiayaan) atas peningkatan konektivitas infrastruktur di Asia, Eropa dan Afrika sebagai cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, serta memudahkan arus barang, jasa, modal dan orang antar kawasan tersebut. Dengan tujuan ini, BRI juga hadir untuk menjaring proyek-proyek industri, dan secara khusus melakukan pengaturan zona industri di negara-negara BRI.

Pemerintah Tiongkok telah mengalokasikan sumber daya keuangan dalam jumlah besar untuk mendukung BRI — misalnya, dalam bentuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dan industri di tingkat multilateral serta domestik. Sebagai contoh, surat kabar ekonomi Tiongkok, Caixin, memperkirakan bahwa pada akhir 2016, tiga bank milik negara Tiongkok terbesar (Industrial and Commercial Bank of Tiongkok, Bank of Tiongkok, danTiongkok Construction Bank) telah mengucurkan kredit sebesar USD225,4 miliar kepada negara-negara BRI untuk sekitar 800 proyek, sementara CDB dan Exim, dua bank Tiongkok yang memiliki kebijakan berwawasan ke luar, telah memberikan pinjaman senilai USD200 miliar untuk proyek-proyek BRI1. BRI juga telah memperoleh dukungan aktif dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara Tiongkok, yang  menjadi ujung tombak pelaksanaan inisiatif ambisius Tiongkok — dan berharap memperoleh manfaat darinya. Beijing juga telah mengajak para pemodal dan perusahaan asing untuk berkontribusi pada inisiatif kebijakan luar negeri baru unggulan Tiongkok ini. Dalam kenyataannya, peningkatan persaingan strategis di negara-negara di sepanjang BRI telah merangsang investasi dari pihak-pihak lain, seperti Jepang. Secara keseluruhan, mengingat ruang lingkupnya — baik secara geografis maupun dari sasarannya  — serta daya tarik yang telah dihasilkan di dalam maupun luar negeri, tidak diragukan lagi bahwa BRI akan mempengaruhi berbagai pelaku secara luas di begitu banyak sektor industri.

Peluang hard infrastructure di sepanjang BRI

Industri konstruksi infrastruktur menjadi sector yang paling utama. Sebagai bagian dari komitmennya untuk meningkatkan konektivitas di seluruh Eurasia dan Afrika, Beijing berencana untuk membiayai dan berpartisipasi dalam konstruksi atau modernisasi semua jenis infrastruktur transportasi di sepanjang Belt and Road. Hal ini berarti bahwa banyak orang Tiongkok maupun perusahaan lokal yang bergerak di bidang jalan, rel kereta api, pelabuhan, transportasi perkotaan, dan industri bandar udara akan dimobilisasi sebagai bagian dari inisiatif ini. Di sepanjang Jaringan Kereta Pan Asia (Pan-Asian Railway Network) yang direncanakan Tiongkok, misalnya, perusahaan-perusahaan Tiongkok akan bekerjasama dengan kontraktor, insinyur, dan pekerja lokal untuk menghubungkan Kunming ke Singapura melalui infrastruktur kereta api. Dari tiap sektor tersebut di atas, para stakeholders dalam tahap perencanaan, desain, konstruksi dan operasi akan ikut dilibatkan, demikian pula industri yang secara langsung terkait dengan para sektor dan proyek tersebut, seperti penyedia input di sektor baja, semen, dan lokomotif, serta industri-industri yang terkait dengan pengembangan berorientasi transit seperti pengembang properti. Akhirnya, untuk memastikan sirkulasi barang dan orang yang bebas hambatan di sepanjang jalur infrastruktur ini, serangkaian penyedia layanan akan dikerahkan, misalnya para manajer infrastruktur dan logistik. BRI Tiongkok memang sudah mencakup pengaturan pusat logistik dan pelabuhan kering, seperti Gerbang Khorgos di perbatasan Tiongkok-Kazakhstan. Pusat kegiatan semacam itu pada akhirnya dapat dihubungkan, atau ditambah, melalui pembentukan cluster kerjasama industri yang diinvestasikan dan dipimpin oleh Tiongkok di negara-negara BRI, seperti halnya lima taman industri yang saat ini sedang dibangun di Ethiopia.2

Membawa energi ke negara-negara BRI

BRI juga secara langsung terkait dengan infrastruktur energi dan sektor tenaga listrik. Sebagai bagian dari tujuan konektivitasnya, BRI memiliki tujuan (dan telah dijalankan) untuk mengembangkan saluran pipa minyak dan gas di seluruh Asia, seperti proyek pipa gas Asia Tengah-Tiongkok sepanjang 3,666 km dari Turkmenistan ke Tiongkok. Tetapi Tiongkok juga terlibat, seringkali dengan mitra setempat, dalam proyek-proyek energi yang lebih terlokalisasi seperti pembangkit tenaga angin atau tenaga surya (seperti di Mesir dan Portugal), proyek pembangkit listrik tenaga air (seperti di Indonesia), pembangkit listrik batubara (seperti di Mongolia dan Bangladesh), dan bahkan pembangkit listrik tenaga nuklir (seperti di Pakistan). Seperti halnya industri transportasi, semua komponen rantai nilai energi akan mendapat manfaat dari ambisi Beijing untuk merangsang pengembangan infrastruktur energi dan kapasitas pembangkit listrik di negara-negara BRI. Komponen-komponen ini tidak hanya mencakup lembaga desain dan kontraktor yang menyelesaikan proyek-proyek pembangkit listrik besar, tetapi juga penyedia peralatan seperti produsen modul surya. Selain itu juga mencakup industri hulu dan hilir, dari ekstraksi bahan baku hingga distribusi tenaga listrik.

Memobilisasi para pemain soft infrastructure

Target penting lainnya dari upaya Tiongkok dalam  konteks BRI adalah soft infrastructure. Beijing memberikan batasan yang agak luas dimana soft infrastructure mencakup berbagai sektor mulai dari peralatan komunikasi, layanan fasilitasi bea cukai dan perdagangan, untuk mendukung industri, sebagai contoh jasa keuangan dan konsultasi. Secara khusus, para pemimpin Tiongkok telah berulang kali menyatakan keinginan mereka untuk membuat jalan sutera "digital" atau "informasi", yang akan bertujuan untuk menggabungkan sektor digital seperti telekomunikasi, Internet of Things, dan e-commerce, ke dalam BRI. Untuk mewujudkannya, Beijing akan mendorong pembangunan atau peningkatan jaringan komunikasi di dan antara negara-negara BRI, serta Tiongkok dan Rusia telah mulai membangun hubungan kabel melalui jalan darat antara Asia dan Eropa. Tujuan lain di sini tampaknya adalah meningkatkan arus e-commerce lintas-BRI, yang akan membutuhkan mobilisasi  lintas batas para pelaku sehubungan dengan arus barang, jasa, dan orang. Kerjasama dan penyelarasan antara lembaga-lembaga bea cukai sudah pasti menjadi langkah awal, namun perusahaan pelayaran dan e-commerce juga dapat melihat kegiatan internasional mereka berkembang.  JD.com, platform e-commerce terbesar kedua di Tiongkok, telah mengumumkan rencana untuk mendirikan lebih dari 20 gudang di luar negeri, yang sebagian besar akan berada di negara-negara BRI. Demikian pula, raksasa e-commerce Alibaba berharap untuk membentuk zona perdagangan bebas digital di Malaysia. Proyek kerjasama lintas batas lebih banyak diharapkan terjadi di bidang komunikasi dan digitalisasi. Area lain yang tercakup oleh jalan sutera digital Tiongkok adalah "kota pintar" (smart cities). Perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam proyek semacam itu di tanah airnya, seperti ZTE atau Huawei, kemungkinan akan memanfaatkan BRI untuk memperluas kegiatan mereka ke negara-negara BRI, dengan bantuan pemain setempat. Terakhir, dalam rangka memfasilitasi proyek-proyek yang dilakukan di bawah bendera BRI, berbagai industri pendukung akan dilibatkan dalam inisiatif ini, seperti para pelaku sektor keuangan — bank-bank komersial dan pembangunan, dana investasi, selain juga asuransi — yang masing-masing bertanggungjawab atas pembiayaan, pembuatan struktur atau mengasuransikan proyek-proyek BRI. Badan hukum dan konsultan dengan keahlian dalam transaksi lintas batas, serta sektor-sektor dan wilayah yang disebutkan di atas, juga akan dimobilisasi, sebagaimana halnya dengan para pelobi yang bertugas mempromosikan proyek dan cita-cita BRI.

Secara singkat, banyak pelaku di berbagai sektor mungkin akan menemukan diri mereka secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam inisiatif baru Tiongkok. Tentunya sebagian besar dari mereka adalah perusahaan Tiongkok, yang didorong oleh kebijakan keberpihakan di dalam negeri dan keinginan untuk mendukung inisiatif unggulan Beijing. Tetapi tidak terhitung banyaknya pemangku kepentingan asing yang juga akan terlibat: perusahaan lokal di negara-negara BRI yang mungkin diundang untuk bermitra dengan perusahaan Tiongkok dan bank untuk menyelesaikan proyek terkait BRI; serta pemain internasional yang bersedia dan mampu berkontribusi pada inisiatif Tiongkok yang sangat ambisius ini.

1 Menurut Pan Guangwei, executive vice-president of Tiongkok Banking Association (CBA). Peng Qinqin dan Denise Jia, "Bank Negara Tiongkok Menyediakan Lebih dari $400 Miliar Kredit untuk Proyek Belt and Road", Caixin, 11 Mei 2017.
https://www.caixinglobal.com/2017-05-12/101089361.html
2 http://www.Tiongkok.org.cn/business/2017-06/20/content_41064710.htm

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.