21 Maret 2018

Perusahaan penuh harapan meski khawatir terhadap proteksionisme

Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia fokus pada hubungan perdagangan yang terkait negaranya, di tengah kekhawatiran atas meningkatnya proteksionisme. Demikian hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh HSBC.

Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia fokus pada hubungan perdagangan yang terkait negaranya, di tengah kekhawatiran atas meningkatnya proteksionisme. Demikian hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh HSBC.

Namun sebagian besar dari mereka tetap yakin akan prospek bisnis internasional, meski khawatir atas biaya yang mungkin timbul dari meningkatnya hambatan dalam melakukan perdagangan.

Tujuh puluh tujuh persen perusahaan masih berharap dapat meningkatkan volume perdagangan lintas negara selama setahun ke depan. Hal ini berdasarkan survei terhadap lebih dari 6.000 bisnis, dari perusahaan kecil hingga besar di 26 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Noel Quinn, Chief Executive, Global Commercial Banking HSBC menyatakan bahwa “Perusahaan-perusahaan menunjukkan ketangkasan luar biasa dalam mengarungi perubahan pola kebijakan perdagangan. Strategi yang diterapkan mencakup peningkatan perdagangan regional, pendirian usaha patungan atau anak perusahaan lokal di lebih banyak pasar, dan pemanfaatkan tren dalam hal permintaan konsumen dan teknologi digital.”

Survei menyimpulkan bahwa 61 persen perusahaan berpikir bahwa pemerintah menjadi semakin protektif terhadap perekonomian dalam negeri. Dilatarbelakangi hal ini, banyak bisnis berfokus pada perdagangan dengan mitra di sekitar daerah geografis mereka, daripada menjelajahi kesempatan ke tempat yang lebih jauh.

Sebagai contoh, 74 persen bisnis di Eropa dan Asia Pasifik menganggap area di sekitar mereka sebagai yang terpenting bagi pertumbuhannya sekarang. Tren seperti ini akan terus berlanjut, dimana kebanyakan akan mengutamakan kerjasama regional dalam perencanaan ekspansi internasional selama tiga hingga lima tahun mendatang.

Quinn menambahkan, ”Dengan berusaha memahami munculnya penyebab dan hambatan dalam berdagang, para pemimpin bisnis dapat mengidentifikasi risiko dan peluang, serta membuat keputusan untuk pertumbuhan masa depan.”

Prakiraan oleh Oxford Economics untuk HSBC menunjukkan bahwa kepercayaan perusahaan mengenai prospek perdagangan mungkin memang beralasan. Perdagangan global barang dan jasa diperkirakan tumbuh sebesar 7% di tahun 2018 – didukung oleh kenaikan investasi, peningkatan permintaan konsumen, pelemahan dolar AS dan pemulihan ekonomi di zona Eropa.

Temuan ini tercantum dalam sebuah laporan baru berjudul Navigator: Now, next and how for business.  Laporan yang diterbitkan oleh bagian Commercial Banking HSBC menguji sentimen serta harapan terhadap perdagangan internasional di 26 negara dan teritori, termasuk China, Hong Kong, India, Uni Emirat Arab, Inggris, dan AS.

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.