HSBC Economic Forum

Orchestrating the next move: Transforming Indonesia into Asia's next supply chain hub

HSBC Jembatani PMA untuk menangkap peluang dari Pandemi di Indonesia

HSBC Indonesia Economic Forum membahas peluang Indonesia setelah pandemi Covid-19

PANDEMI covid-19 telah mendorong kontraksi ekonomi global termasuk di Indonesia. Hampir semua jaringan dan pengiriman perdagangan terhenti. Para penyedia logistik sedang bergulat dengan pemulihan pasokan yang melambat, gangguan permintaan, dan gelombang infeksi sekunder.

Karena itu, perusahaan-perusahaan global saat ini membutuhkan lebih banyak ruang untuk menyimpan surplus barang. Para produsen pun diprediksi akan mulai mengalihkan beberapa produksi ke negara yang lebih dekat.

Hal tersebut diungkapkan President Direktur PT Bank HSBC Indonesia Francois de Maricourt saat membuka webinar HSBC Indonesia Economics Forum.

Menurut Francois, terganggunya rantai pasokan dan perdagangan global ini berdampak pada prospek investasi di banyak negara. Hal ini akan mendorong perusahaan multinasional mencari solusi untuk membangun ketahanan baru dengan merelokasi atau melakukan diversifikasi ke Asia Tenggara.

“Saya kira ini akan menjadi relokasi permanen, karena akan banyak upaya dan tantangan dalam membangun basis produksi baru atau memindahkan rantai pasokan seperti di sektor otomotif. Artinya, ada peluang besar untuk investasi baru di Indonesia sebagai basis produksi berikutnya di kawasan ASEAN,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar dan pasar yang luas. Bahkan, Bank Dunia menempatkan Indonesia sebagai negara investasi terbaik ke-4 setelah Kroasia, Thailand, dan Inggris. Tak hanya itu, Indonesia berada di peringkat pertama dalam investasi manufaktur ritel*.

Selain itu, kata Francois, pandemi telah memaksa mereka yang lebih konservatif dalam mengadopsi teknologi idigital menjadi lebih terbuka untuk beradaptasi dengan model operasional baru.

Studi terakhir HSBC Navigator: Building Back Better menunjukkan hampir dua pertiga (64%) bisnis-bisnis di Indonesia setuju bahwa masa-masa sulit ini membuat aktivitas bisnis lebih memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan cara mereka bekerja.

“Ini adalah proporsi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan semua pasar (44%). Keduanya memberikan kesempatan bagi kami untuk memainkan peran kami dalam mempromosikan dan menarik FDI (foreign direct investment) atau penanaman modal asing langsung ke Indonesia. Antara lain melalui Economic Outlook Event seperti yang kami selenggarakan hari ini,” katanya.

Pemulihan arus investasi

Pentingnya Indonesia untuk membuka iklim investasi untuk kembali menarik Investasi Asing diungkapkan Kepala Ekonom HSBC untuk ASEAN Joseph Incalcaterra.

Kisah pertumbuhan Indonesia cukup kuat memasuki tahun 2020. Ada ekspektasi yang sangat tinggi untuk putaran berikutnya untuk prioritas proyek infrastruktur dari pemerintah terutama proyek pemurnian, proyek di sektor pertambangan hingga akhirnya pembangunan ibu kota baru. Namun seperti yang terjadi di belahan dunia manapun, hal ini tertunda. Kisah pertumbuhan ini terputus dengan investasi dan konsumsi yang bergerak ke wilayah kontraksi pada kuartal ketiga.

“Kabar baiknya adalah jika melihat anggaran tahun 2021 pemerintah telah mengalokasikan sekitar 20% untuk infrastruktur, sebagai prioritas. Banyak dari proyek-proyek ini yang telah siap diluncurkan selama beberapa waktu. Artinya, hal ini mungkin dapat menjadi peningkatan investasi yang relatif cepat dan akan membantu mendorong permintaan domestik serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” kata Joseph.

Joseph menambahkan bahwa beberapa krisis ekonomi yang lalu mengajarkan kita bahwa korporasi akan membutuhkan waktu untuk mulai berinvestasi lagi. Mereka lebih mencermati risiko. “Jadi untuk membuat keputusan investasi besar, mereka perlu melihat dengan sangat jelas, reformasi dan lintasan politik untuk menyambut investasi ini,” pungkas Joseph.

*Sumber: https://london-post.co.uk/best-countries-to-invest-in-2020/

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.