27 Oktober 2016

Kegigihan Indonesia Dalam Menjaga Pertumbuhan Ekonomi

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Meminta panggilan balik

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Alasan mengontak kami

Masukkan topik
Masukkan topik

Rincian kontak

Masukkan nama Anda
Masukkan nomor telepon Anda

Kapan kami dapat menghubungi Anda?

Pilihan waktu di siang hari

Kami akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja ke depan.

Kembali

Meminta panggilan balik - minat bisnis Anda (opsional)

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Skala Perusahaan (opsional)

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda (opsional)

Pasar yang Anda minati (opsional)

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

RTCAddBusinessInterests

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

Business size

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda

Pasar yang Anda minati

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

Meminta panggilan balik

  • Maaf

Kami mengalami masalah

Kami tidak dapat mengirimkan pesan Anda. Mohon coba lagi, kembali lagi nanti, atau hubungi kami di

Meminta panggilan balik

  • Terima kasih

Kami akan menghubungi Anda

Relationship Manager HSBC Indonesia akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Minat Anda

  • Nama Perusahaan:
  • Transaksi:
  • Sektor:
  • Lokasi:
  • Pasar internasional:

RTCAddBusinessInterests

Kami tidak akan menjual atau menyalahgunakan data Anda. Baca cara kami menangani detail Anda dalam kebijakan cookie.

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya terlepas dari perlambatan ekonomi global. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih moderat dengan proyeksi pertumbuhan di tahun 2017 masih berada di kisaran 5.3%, beberapa indikator mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Angka PDB tahun 2016 yang sebelumnya diprediksi sebesar 4.7% kini telah diperbarui menjadi 5.0%. Selain itu neraca perdagangan pada bulan Juni 2016 sudah mencapai angka 900.2 juta dollar AS; jauh melebihi angka 536 juta dollar AS pada periode yang sama di tahun 2015.

Kabar terkini tentang kondisi perekonomian Indonesia tersebut menjadi pembahasan utama HSBC dalam pertemuannya dengan para pengusaha dan investor asal Tiongkok di Jakarta baru-baru ini. Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi para pengusaha Tiongkok baik dalam hubungan investasi bilateral maupun dalam konteks ASEAN. Pasar Indonesia membuka banyak kesempatan berinvestasi bagi para investor Tiongkok meski terdapat pula beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Angka pertumbuhan yang moderat namun stabil itu didorong oleh serangkaian kebijakan Bank Indonesia (BI) berupa pemotongan tingkat suku bunga dan giro wajib minimum (reserve requirement). Sepanjang tahun ini, BI telah memotong rasio giro wajib minimum sebanyak 2 kali yakni total sebesar 150bps; turun ke 6.50%. Sementara itu tingkat suku bunga telah mengalami pemangkasan sebanyak 3 kali pada kuartal pertama 2016; masing-masing sebesar 25bps hingga ke tingkat yang sekarang sebesar 6.75%. Tingkat suku bunga ini masih dimungkinkan lagi untuk turun sebesar 25bps hingga mencapai 6.50% pada akhir tahun demi mendukung tingkat pertumbuhan yang masih moderat dan pertumbuhan pembangunan infrastruktur.

Perkembangan penting lainnya adalah rencana BI untuk melaksanakan “7-Day Reverse Repo Rate” mulai tanggal 19 Agustus 2016 sebagai acuan kebijakan suku bunga. Penggunaan Reverse Repo ini diharapkan akan berdampak positif bagi penurunan tingkat suku bunga tabungan dan pinjaman serta meningkatnya likuiditas perbankan. Pada akhirnya, peningkatan likuiditas itu akan mendorong penyaluran kredit dengan tingkat suku bunga kredit yang lebih kompetitif dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik. Namun, perubahan kebijakan yang penting ini diprediksi akan membutuhkan waktu untuk dipahami sepenuhnya oleh para pelaku pasar dan investor.

Selain serangkaian kebijakan Bank Indonesia, pemerintah telah melaksanakan program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) bagi Warga Negara Indonesia yang memarkir dananya di luar negeri untuk merepatriasi dana tersebut kembali ke Indonesia dengan penalti yang rendah. Melalui kebijakan yang telah mulai berjalan sejak 18 Juli 2016 ini, pemerintah diharapkan dapat mengantongi pendapatan pajak sebesar Rp 1,500 trilyun (US$ 109.5 milyar) pada tahun ini sesuai dengan rancangan APBN Perubahan tahun 2016. Meski banyak pihak yang meragukan bahwa pendapatan yang diterima melalui Tax Amnesty tidak akan memenuhi target, pemerintah tetap optimis bahwa realisasi pencapaian program ini akan sesuai perkiraan dan diharapkan dapat mendongkrak tingkat pertumbuhan 2017 lebih tinggi lagi.

Program Tax Amnesty yang mulai berjalan sejak bulan Juli 2016 ini diharapkan dapat mendatangkan pendapatan bagi pemerintah sebesar Rp 53 trilyun pada beberapa bulan pertama pelaksanaannya, dan dampak positifnya mulai bisa dirasakan pada bulan Agustus-September tahun ini. Meski demikian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan belum akan terasa secara cepat mengingat perilaku pemilik dana yang cenderung akan menginvestasikan dananya dahulu di pasar keuangan sebelum nantinya masuk ke sektor riil. Dengan demikian, dampak positif kebijakan pengampunan pajak ini baru akan terasa manfaatnya di tahun depan.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.