20 Juni 2016

Memberdayakan Ekonomi yang Efisien

Teknologi perbankan terus meningkat dengan percepatan yang mengagumkan.

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Meminta panggilan balik

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Alasan mengontak kami

Masukkan topik
Masukkan topik

Rincian kontak

Masukkan nama Anda
Masukkan nomor telepon Anda

Kapan kami dapat menghubungi Anda?

Pilihan waktu di siang hari

Kami akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja ke depan.

Kembali

Meminta panggilan balik - minat bisnis Anda (opsional)

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Skala Perusahaan (opsional)

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda (opsional)

Pasar yang Anda minati (opsional)

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

RTCAddBusinessInterests

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

Business size

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda

Pasar yang Anda minati

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

Meminta panggilan balik

  • Maaf

Kami mengalami masalah

Kami tidak dapat mengirimkan pesan Anda. Mohon coba lagi, kembali lagi nanti, atau hubungi kami di

Meminta panggilan balik

  • Terima kasih

Kami akan menghubungi Anda

Relationship Manager HSBC Indonesia akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Minat Anda

  • Nama Perusahaan:
  • Transaksi:
  • Sektor:
  • Lokasi:
  • Pasar internasional:

RTCAddBusinessInterests

Kami tidak akan menjual atau menyalahgunakan data Anda. Baca cara kami menangani detail Anda dalam kebijakan cookie.

Evolusi layanan perbankan yang berawal dari layanan peredaran uang kertas kini telah merambah ke dunia digital melalui beragam platform transaksi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi para nasabah bank dalam melakukan aktivitas keuangan seperti pembayaran. Namun, segala kemudahan yang ditawarkan oleh perbankan tersebut juga terdapat sejumlah kekhawatiran akan keamanan bertransaksi dan perubahan kebijakan internal yang dijalankan oleh perusahaan pengguna layanan perbankan tersebut. Lalu bagaimanakah sikap dan pengalaman para nasabah dalam menerapkan layanan perbankan digital?

Terzian Niode, Sales Manager Global Liquidity and Cash Management HSBC (Moderator) | Kisyuwono, Finance Director PT Gajah Tunggal Tbk | Ivory Benjamin T. Sembiring, Finance Director PT Fitness First Indonesia | Sally Hutapea, Head of Payment System Regulation Bank Indonesia | Herani Hermawan, Head of Liquidity and Cash Management HSBC Indonesia

 

Sally Hutapea, Kepala Divisi Pengaturan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, menyoroti pengaturan layanan perbankan melalui serangkaian kebijakan terkait penyelenggaraan, keamanan, dan teknologi. Dengan jumlah rata-rata transaksi harian melalui ATM dan kartu debit yang naik sebesar 9.7% dan jumlah transaksi kartu kredit yang meningkat sebanyak 8%, Sally mencatat bahwa perilaku masyarakat dalam bertransaksi secara digital telah menunjukkan perubahan yang positif. Meski demikian, perilaku positif ini masih terbatas ketika para pengguna melakukan transaksi e-commerce atau e-payment yang metode pembayarannya masih didominasi transfer bank sebesar 75% dan Cash on Delivery (COD) sebesar 13%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam menggunakan layanan pihak ketiga dengan melibatkan bank sebagai perantara, para pelanggan masih bersikap menahan diri akibat adanya keraguan terhadap keamanan bertransaksi. Guna menjawab keraguan tersebut, Bank Indonesia terus mengamati dan mengakomodasi inovasi layanan perbankan digital seraya memastikan bahwa keamanan dan kenyamanan bertransaksi dilindungi oleh kebijakan yang terus dilperbaharui dari waktu ke waktu.

Para pengguna layanan digital perbankan yang hadir pada acara yang bertema "Powering the Efficient Economy" tersebut juga menyuarakan hal yang sama. Pada diskusi panel yang diadakan oleh HSBC Indonesia pada tanggal 25 Mei 2016 tersebut, Kisyuwono, Finance Director PT Gajah Tunggal Tbk dan Ivory Benjamin T. Sembiring, Finance Director PT Fitness First Indonesia, memaparkan pengalaman perusahaan-perusahaan mereka dalam menerapkan layanan digital perbankan yang ditawarkan oleh HSBC Indonesia melalui HSBCnet. Proses migrasi yang meliputi sinkronisasi IT dan uji coba tersebut berjalan lancar dengan hanya memakan waktu beberapa minggu. Manfaat layanan tersebut langsung terasa sejak diluncurkan, di antaranya adalah efisiensi waktu yang meniadakan keharusan karyawan perusahaan untuk pergi ke bank untuk melakukan transaksi. Efisiensi juga terjadi dalam proses kerja berupa pemotongan/penggabungan sekian langkah proses transaksi sehingga fokus perusahaan dapat segera beralih ke kegiatan lain. Langkah-langkah transaksi dalam menu HSBCnet juga dirasa mudah digunakan oleh pengguna dan pelacakan transaksi dapat dilakukan hingga jauh ke belakang sehingga memudahkan pengawasan internal. Sedangkan manfaat lainnya adalah berkurangnya kemungkinan penyalahgunaan atau kesalahan manusia. Semua manfaat ini pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi kerja sehingga perusahaan dapat lebih memusatkan perhatian pada kegiatan bisnis utamanya.

Walaupun terdapat banyak manfaat yang dimiliki, para nasabah mengakui bahwa sebuah migrasi tidak hanya sekadar perpindahan sistem dari manual ke digital, melainkan juga melibatkan perubahan paradigma perusahaan secara menyeluruh. Tantangan pertama adalah user comfort zone berupa kebutuhan untuk membubuhkan tandatangan fisik dan pencetakan bukti transaksi (terutama untuk kebutuhan audit pajak). Kedua, sumberdaya perusahaan yang membutuhkan perhatian ekstra khususnya pada masa persiapan dan transisi. Kekhawatiran lainnya adalah keamanan transaksi. Mengamati tantangan ini, Ivory menekankan pentingnya penguasaan sistem pada masa persiapan dan transisi melalui pelatihan para karyawan dan konsultasi dengan bank demi memastikan semua operasi berjalan lancar pada saat migrasi dilaksanakan secara penuh. Tips lainnya seperti yang disampaikan oleh Kisyuwono adalah menjalankan migrasi terlebih dahulu pada jenis-jenis transaksi reguler/recurring bernominal relatif kecil yang berisiko rendah. Setelah rasa aman itu terbangun, perusahaan dapat melanjutkan proses migrasi pada modul-modul selanjutnya seperti transaksi luar negeri dan pembayaran pajak.

Menjawab tantangan-tantangan ini, Herani Hermawan, Head of Global Liquidity and Cash Management HSBC Indonesia, menggarisbawahi kembali evolusi keuangan dan perbankan yang mengarah ke era digital. Kekhawatiran akan keamanan bertransaksi menjadi perhatian utama HSBC Indonesia dan jaringannya di seluruh dunia mengingat bahwa hal ini juga berkaitan dengan reputasi para nasabah dan juga bank itu sendiri. Hal lain yang menjadi kekuatan HSBC adalah dukungan kuat tim post-sales yang siap membantu para nasabah dalam mengadopsi layanan digital, utamanya dalam menerjemahkan proses-proses keuangan yang selama ini berjalan di perusahaan nasabah menjadi proses digital demi memastikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna. Pada akhirnya Herani menegaskan bahwa perubahan sistem tidak dapat berjalan apabila manusianya tidak tanggap terhadap perubahan. Untuk itulah HSBC Indonesia hadir dan memberikan dukungan penuh bukan hanya terhadap sistem, melainkan juga kepada manusia-manusia yang berada di balik sistem tersebut.

Dengan jumlah rata-rata transaksi harian melalui ATM dan kartu debit yang naik sebesar 9.7% dan jumlah transaksi kartu kredit yang meningkat sebanyak 8%, memperlihatkan perilaku masyarakat dalam bertransaksi secara digital telah menunjukkan perubahan yang positif. Bank Indonesia terus mengamati dan mengakomodasi inovasi layanan perbankan digital seraya memastikan bahwa keamanan dan kenyamanan bertransaksi dilindungi oleh payung kebijakan yang terus dilengkapi dari waktu ke waktu.

Sally Hutapea, Kepala Divisi Pengaturan Sistem Pembayaran Bank Indonesia

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.