21 Juni 2016

Economic Outlook 2016: Harapan dan Tantangan Indonesia di ASEAN

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan peran Indonesia yang semakin penting dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan menjadi perhatian utama seiring proyeksi ekonomi Indonesia  yang meningkat hingga 5 persen di tahun ini.

Hubungi kami

Pertanyaan dan saran

1500237

atau

+62 21 25514777

(dari luar negeri)

Meminta panggilan balik

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Alasan mengontak kami

Masukkan topik
Masukkan topik

Rincian kontak

Masukkan nama Anda
Masukkan nomor telepon Anda

Kapan kami dapat menghubungi Anda?

Pilihan waktu di siang hari

Kami akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja ke depan.

Kembali

Meminta panggilan balik - minat bisnis Anda (opsional)

Kami menganggap semua pertanyaan nasabah itu penting. Dengan memberikan detail tentang minat bisnis Anda, kami dapat mengarahkan pertanyaan Anda ke anggota tim kami yang paling berkompeten untuk menjawabnya.

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

  • 01
  • 02

Skala Perusahaan (opsional)

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda (opsional)

Pasar yang Anda minati (opsional)

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

RTCAddBusinessInterests

Mohon tidak memasukkan informasi rahasia seperti detail rekening bank Anda.
Semua isian harus dilengkapi kecuali dinyatakan bersifat opsional.

Business size

Transaksi bisnis Anda

Sektor industri Anda

Pasar yang Anda minati

Pasar internasional mana yang menarik perhatian Anda?

Meminta panggilan balik

  • Maaf

Kami mengalami masalah

Kami tidak dapat mengirimkan pesan Anda. Mohon coba lagi, kembali lagi nanti, atau hubungi kami di

Meminta panggilan balik

  • Terima kasih

Kami akan menghubungi Anda

Relationship Manager HSBC Indonesia akan menghubungi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Minat Anda

  • Nama Perusahaan:
  • Transaksi:
  • Sektor:
  • Lokasi:
  • Pasar internasional:

RTCAddBusinessInterests

Kami tidak akan menjual atau menyalahgunakan data Anda. Baca cara kami menangani detail Anda dalam kebijakan cookie.

HSBC Economic Outlook 2016 yang baru-baru ini memulai rangkaian acaranya menyoroti Asia Tenggara yang masih menjadi wilayah yang paling dinamis dan paling cepat berkembang di dunia di mana Indonesia berkontribusi sebanyak 35 persen dari total PDB ASEAN dan lebih dari 40 persen total populasi ASEAN. Faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan ini adalah leverage atau tingkat pinjaman bank yang tetap terjaga. Meski terdapat kekhawatiran akan total utang di kawasan Asia, Indonesia masih menjadi negara yang teraman bagi investasi berkat sederetan reformasi kebijakan ekonomi dan keuangan yang diluncurkan pemerintah.

Tony Turner, CEO PT. Bank Ekonomi Raharja Tbk | Sofjan Wanandi, Head of Vice Presidential Expert Team and Advisory Council of APINDO | Thomas Lembong, Minister of Trade, Republic of Indonesia | Su Sian Lim, HSBC Economist, Southeast Asia | Ali Setiawan, Head of Global Markets HSBC Indonesia

 

Ekonomi di kawasan ASEAN bernilai 2.2 trilyun dollar AS dan telah menarik 35 persen investasi asing ke wilayah ini. Indonesia tetap menjadi faktor pendorong ekonomi terdepan dengan kontribusi sebesar 35 persen, disusul oleh Vietnam dan Malaysia. Namun bagaimanakah kita melihat persaingan ini? Dengan mengamati realisasi investasi yang naik 17.8 persen sebesar 545 trilyun rupiah di tahun 2015, dan realisasi kuartal pertama 2016 yang naik 17.6 persen sebesar 146.5 trilyun rupiah, pemerintah Indonesia terus mendukung sektor-sektor ekonomi produktif. Serangkaian paket reformasi kebijakan yang telah diluncurkan sejak September 2015 tersebut antara lain berupa kemudahan urusan perizinan usaha, formulasi upah, penurunan ongkos produksi, pemotongan pajak, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan memastikan kemudahan dalam berusaha. Potensi ekonomi daerah juga masih sangat terbuka luas dengan pusat-pusat ekonomi yang sedang dan akan dikembangkan di berbagai pulau dan sektor ekonomi seperti industri, pariwisata, maritim, dan lain-lain.

Sementara itu, kondisi ekonomi Indonesia diprediksi akan membaik di tahun 2016 meski tingkat pertumbuhannya tetap moderat. Pertumbuhan ini ditandai oleh menurunnya tingkat kemiskinan sebesar 9-10 persen, penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5.2-5.5 persen, stabilnya inflasi di angka 4.7 persen, dan proyeksi pertumbuhan di tahun depan sebesar 5.3 persen. Angka-angka yang optimis ini hendaknya direspon dengan sikap pro-aktif dalam menyambut investasi dan permintaan-permintaan dunia usaha demi memastikan investasi tersebut berjalan dengan baik di Indonesia.

Beberapa hal lainnya yang menjadi sorotan dalam diskusi panel tersebut di antaranya pemberantasan korupsi dan sikap ‘zero tolerance’ terhadap korupsi di semua lini pemerintahan demi memastikan berjalannya investasi yang lancar dan bersih. Kesenjangan birokrasi di pusat dan daerah juga masih menjadi fokus oleh karena biaya tinggi yang harus dikeluarkan oleh pengusaha di daerah. Sebagian pihak juga berpandangan bahwa BUMN harus dipaksa untuk berkompetisi secara sehat dengan swasta dan tidak lagi mendapatkan hak istimewa dari pemerintah. Budaya korporasi BUMN yang menyesuaikan diri dengan persaingan usaha secara sehat akan meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut secara konsisten pula.

Indonesia tidak kebal terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat. Namun, tingkat kepercayaan terhadap kepastian berinvestasi di Indonesia tetap kuat berkat dukungan pemerintah yang memungkinkan terjaganya pertumbuhan ekonomi yang cepat. Kesepahaman lainnya adalah pentingnya dukungan pasar finansial yang kuat. Hal ini senada dengan tekad HSBC untuk terus menempatkan Indonesia sebagai prioritas strategis dalam menumbuhkan bisnis.

‘Revolusi Mental’ dalam bidang ekonomi sangatlah diperlukan. Kalau dahulu kita masih dapat berpangku tangan sementara orang asing datang kepada kita untuk mencari barang-barang yang mereka butuhkan dan kita tinggal menjualnya, maka kini kita harus secara pro-aktif mencari peluang baru dalam berbisnis dan menarik investasi.

Thomas Lembong, Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.

Anda meninggalkan situs HSBC CMB.

Perlu diketahui bahwa kebijakan situs eksternal berbeda dari syarat dan ketentuan situs serta kebijakan privasi kami. Situs berikutnya akan terbuka di jendela peramban atau bilah baru.